Tau hal paling berharga dalam diri saya? Hidup. Ya, itu yang paling berharga. Hidup membuat saya merasa dekat dengan Allah, mensyukuri dan belajar menerima dengan ikhlas apa yang diberikanNya. Hidup membuat saya bertemu dengan orang luar biasa, keluarga, teman, dan kenalan yang bertukar pikiran dan pengalaman dengan saya. Ya, hidup sangat berharga dan juga sangat penuh dengan misteri.
Selama 23 tahun saya kenal dengan diri saya, saya seringkali mengambil keputusan dan pilihan tentang apa saja yang menjadi keinginan saya, tentu saja dengan kemampuan dan minat. Dimulai dari memilih SD, saya mengatakan pada ibu saya tentang keinginan saya untuk masuk SD YKPP 02. Dan alhamdulillah, saya bisa bersekolah di situ. Ya, beberapa pilihan yang ada dalam hidup saya, sejak kecil saya diberikan kebebasan oleh orang tua untuk memilih. Mulai dari ekstrakurikuler, les, hingga pendidikan.
Dan itulah hal berharga lainnya dari hidup, kebebasan untuk memilih yang pada akhirnya ikut menentukan 'jadi apa kita' dan juga 'siapa kita'. Sekolah tempat saya mengenyam pendidikan, hampir semuanya pilihan saya, kecuali memilih SMA. Itu pilihan ayah saya. Saya memilih SMA 3, tapi ayah saya memilih SMA 1 untuk saya. Katanya agar saya bisa bersaing dan semakin rajin belajar di SMA 1. Dan akhirnya saya memilih mengikuti kata ayah saya. Toh pada akhirnya saya bertemu dengan hal hebat di SMA 1.
Di SMA 1, saya sangat bersyukur, karena lagi-lagi saya diberi kebebasan memilih oleh orang tua saya. Dalam pemilihan jurusan, saya memilih jurusan Bahasa, sedangkan orang tua saya memilih IPA. Saya cukup sadar diri, bagaimana saya bisa bertahan di IPA kalau nilai fisika saya tidak pernah lebih dari 7. Tapi saya masuk Bahasa bukan karena nilai fisika yang rendah. Bukan. Saya jatuh cinta dengan puisi dan sastra, serta bahasa Prancis. Dan ini lebih dari saya jatuh cinta dengan matematika. Ya, saya memang jatuh cinta dengan matematika sejak SMP, tapi puisi dan sastra mampu mengalahkan ketertarikan saya dari matematika. Entah kenapa.
Wali kelas saya sampai menanyakan keyakinan saya untuk masuk ke Bahasa dan menawarkan untuk masuk IPA atau IPS. Bagaimana tidak, pilihan pertama dan kedua saya adalah Bahasa. Namun akhirnya, saya masuk Bahasa bersama 18 orang lainnya, dan sejak itu kami menjadi siswa paling sedikit murid dalam satu kelas di sekolah plus menjadi siswa pusat perhatian karena tidak punya kelas tetap.
Pilihan pilihan dalam hidup saya, saya anggap seperti bagian bab dalam sebuah novel. Selalu mengantarkan saya dengan kejadian yang sangat menarik dalam hidup saya. Dengan 18 orang ini, saya belajar banyak hal-hal yang saya inginkan. Sastra, puisi, Prancis, bahkan saya pun masih bisa belajar matematika di sini. Dan bagian paling menyenangkan adalah drama sastra. Ya kami menyebutnya begitu. Jumat jam 6 pagi kami sudah berada di sekolah untuk drama sastra atau biasa disebut teatrikal. Berlatih jalan, berlatih jalan, meneriakan perasaan, hingga mendramakan sebuah puisi. Dan pilihan saya berada di sini membuat saya jatuh hati dengan karya-karya Taufiq Ismail.
Puas memilih di sini, saya kembali memilih. Kali ini memilih pendidikan di Fikom Unpad. Dan di semester ketiga saya memilih jurusan jurnalistik. Dan hasilnya, saya banyak mendapat teman di sini. Teman kampus, bahkan orang-orang yang jauh dari apa yang saya pikirkan bertemu dan bertukar pikiran dengan saya di sini. Mulai dari aktivis demo yang juga seorang pemerhati buruh, motivator, pemilik usaha yang luar biasa merintis usahanya dari nol hingga besar seperti sekarang, pecinta anak-anak, bahkan orang biasa yang memiliki hati luar biasa dan bisa berkarya untuk orang lain. Dan orang paling luar biasa yang saya temui dan saya bertukar pikiran serta pengalaman adalah Taufiq Ismail. Ya, semua ini lewat tugas-tugas kuliah jurnalistik saya.
Nanti di post selanjutnya saya akan ceritakan pertemuan saya dengan Pak Taufiq Ismail.
Ya, pilihan-pilihan dalam hidup sangat banyak. Bahkan mungkin tak terhitung. Dan bagi saya, pilihan-pilihan dalam hidup inilah yang membuat saya selalu penasaran dengan hidup. Bagaimana kehidupan saya ke depan, bagaimana saya akan menghadapi masalah dalam hidup, siapa lagi yang akan saya temui, dan kisah seru lain yang siap menunggu saya. Percayalah, selalu ada surprise dalam hidup kita yang sudah disiapkan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar